Tauhid Rububiyyah Dan Makna Kalimah Tauhid

Yang di maksut dengan tauhid rububiyyah adalah mentauhidkan allah dalam kejadian-kejadian yang hanya dapat dan yang bisa di lakukan oleh allah, Serta menyatakan dengan tegas bahwa allah Ta'ala adalah Robb, Raja, Dan penciptasemua makluk, Dan juga allah lah yang mengatur dan merubah keadaan mereka atau kita semua. (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17).

 Tauhid Rububiyyah Dan Makna Kalimah Tauhid

 
Dengan meyakini rububiyyah yaitu meyakini kekuasaan allah dalam mencipta dan mengatur alam semesta, Contoh dan misalnya, Meyakini bumi dan langit serta isinya di ciptakan oleh Allah semata, Allah lah yang memberikan rezqi, Dan Allah yang mendatangkan badai dan hujan, Juga Allah yang menggerakkan Bintang-bintang Dan yang lainya. Diu nyatakandalam Al Qur'an :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ   

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang" (QS. Al An'am: 1)

Dan perhatikanlah Baik-baik tauhid Rububiyyah ini di yakini semua orang baik Mukmin maupun kafir, Semenjak dahulu hingga sekarang ini, Bahkan mereka menyembah dan beribadah kepada Allah. Hal ini di kabarkan dalan Al Qur'an
 
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ

"Sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (Orang-orang kafir jahiliah) Siapa yang telah menciptakan langit dan bumi Serta menjalankan matahari juga bulan? Niscaya mereka akan menjawab, Allah", (QS. Al Ankabut 61).

Oleh karena itu kita dapati Ayahanda Rasulullah Shalallahu'alaihi weasallam bernama Abdullah, Yang artinya Hamba Allah. Padahal ketika Abdullah di beri nama demikian, Rasulullah Shalallahu'alaihi weasallam Tentunya belum lahir.

Adapun yang tidak mengimani Rububiyyah Allah adalah kaum komunis Atheis. Syaikh Muhammad bin jamil Zainu berkata : Orang-orang komunis tidak mengakui adanya tuhan. Dengan keyakinan mereka yang demikian, Berarti mereka lebih kufur dari pada Orang-orang kafir Jahiliyah" (Lihat Minhaj Firqotin Najiyyah)

Pertanyaan: Jika orang kafir jahiliyah Sudah menyembah dan beribadah kepada Allah sejak dahulu, Lalu apa yang di perjuangkan Oleh Rasulullah dan para sahabat? Mengapa mereka Berlelah-lelah penuh penderitaan juga mendapat banyak perlawanan dari kaum kafirin? Jawabnya : Meski orang kafir jahiliyah beribadah kepada Allah mereka tidak bertauhid Uluhiyah kepada Allah, Dan inilah yang di perjuangkan oleh Rasulullah dan para Sahabat.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ         

"Hanya engkaulah yang kami sembah, Dan hanya kepada engkau kami meminta pertolongan (Al fatihah: 5)

Sedangkan makna ibadah adalah semua hal yang di cintai oleh Allah maupun baik berupa perkataan maupun perbuatan. Apakah maksut yang di cintai Allah itu? Yaitu segala sesuatu yang telah di perintahkan oleh Allah dan rasul-nya. Segala sesuatu yang di janjikan balasan kebaikan bila melakukanya. Seperti Shalat, Puasa, Bershodaqoh, Menyembelih, Termasuk ibadah juga ber do'a, Cinta, Bertawakal, Istighotsah, Dan isti'anah. Maka Orang yang bertauhid uluhiyah hanya menyerahkan semua ibadah ini hanya kepada Allah Semata-mata, Dan tidak kepada yang lain. Sedangkan orang-orang kafir jahiliyah selain beribadah kepada Allah mereka juga memohon, Ber do'a, beristighotsah kepada selain Allah. Dan inilah yang di perangi Rasulullah, Dan ini juga inti dari ajaran para nabi dan rasul seluruhnya. Mendakwahkan Tauhid uluhiyyah. Allah Ta'ala Berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ  

"Sungguh telah kami utus rasul untuk setiap ummat dengantujuan untuk mengatakan: Sembahlah Allah saja dan jauhilah thagut (QS. An Nahl: 36)

Syaikh DR. Shalih Al Fauzan berkata: “Dari tiga bagian tauhid ini yang paling ditekankan adalah tauhid uluhiyah. Karena ini adalah misi dakwah para rasul, dan alasan diturunkannya kitab-kitab suci, dan alasan ditegakkannya jihad di jalan Allah. Semua itu adalah agar hanya Allah saja yang disembah, dan agar penghambaan kepada selainNya ditinggalkan” (Lihat Syarh Aqidah Ath Thahawiyah).

Perhatikanlah, sungguh aneh jika ada sekelompok ummat Islam yang sangat bersemangat menegakkan syariat, berjihad dan memerangi orang kafir, namun mereka tidak memiliki perhatian serius terhadap tauhid uluhiyyah. Padahal tujuan ditegakkan syariat, jihad adalah untuk ditegakkan tauhid uluhiyyah. Mereka memerangi orang kafir karena orang kafir tersebut tidak bertauhid uluhiyyah, sedangkan mereka sendiri tidak perhatian terhadap tauhid uluhiyyah??

Sedangkan Tauhid Al Asma’ was Sifat adalah mentauhidkan Allah Ta’ala dalam penetapan nama dan sifat Allah, yaitu sesuai dengan yang Ia tetapkan bagi diri-Nya dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Cara bertauhid asma wa sifat Allah ialah dengan menetapkan nama dan sifat Allah sesuai yang Allah tetapkan bagi diriNya dan menafikan nama dan sifat yang Allah nafikan dari diriNya, dengan tanpa tahrif, tanpa ta’thil dan tanpa takyif (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul). Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

“Hanya milik Allah nama-nama yang husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya” (QS. Al A’raf: 180)

Tahrif adalah memalingkan makna ayat atau hadits tentang nama atau sifat Allah dari makna zhahir-nya menjadi makna lain yang batil. Sebagai misalnya kata ‘istiwa’ yang artinya ‘bersemayam’ dipalingkan menjadi ‘menguasai’.

Ta’thil adalah mengingkari dan menolak sebagian sifat-sifat Allah. Sebagaimana sebagian orang yang menolak bahwa Allah berada di atas langit dan mereka berkata Allah berada di mana-mana.

Takyif adalah menggambarkan hakikat wujud Allah. Padahal Allah sama sekali tidak serupa dengan makhluknya, sehingga tidak ada makhluk yang mampu menggambarkan hakikat wujudnya. Misalnya sebagian orang berusaha menggambarkan bentuk tangan Allah,bentuk wajah Allah, dan lain-lain.

Adapun penyimpangan lain dalam tauhid asma wa sifat Allah adalah tasybih dan tafwidh.

Tasybih adalah menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya. Padahal Allah berfirman yang artinya:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Lagi Maha Melihat” (QS. Asy Syura: 11)

Kemudian tafwidh, yaitu tidak menolak nama atau sifat Allah namun enggan menetapkan maknanya. Misalnya sebagian orang yang berkata ‘Allah Ta’ala memang ber-istiwa di atas ‘Arsy namun kita tidak tahu maknanya. Makna istiwa kita serahkan kepada Allah’. Pemahaman ini tidak benar karena Allah Ta’ala telah mengabarkan sifat-sifatNya dalam Qur’an dan Sunnah agar hamba-hambaNya mengetahui. Dan Allah telah mengabarkannya dengan bahasa Arab yang jelas dipahami. Maka jika kita berpemahaman tafwidh maka sama dengan menganggap perbuatan Allah mengabarkan sifat-sifatNya dalam Al Qur’an adalah sia-sia karena tidak dapat dipahami oleh hamba-Nya.

Pentingnya mempelajari tauhid

Banyak orang yang mengaku Islam. Namun jika kita tanyakan kepada mereka, apa itu tauhid, bagaimana tauhid yang benar, maka sedikit sekali orang yang dapat menjawabnya. Sungguh ironis melihat realita orang-orang yang mengidolakan artis-artis atau pemain sepakbola saja begitu hafal dengan nama, hobi, alamat, sifat, bahkan keadaan mereka sehari-hari. Di sisi lain seseorang mengaku menyembah Allah namun ia tidak mengenal Allah yang disembahnya. Ia tidak tahu bagaimana sifat-sifat Allah, tidak tahu nama-nama Allah, tidak mengetahui apa hak-hak Allah yang wajib dipenuhinya. Yang akibatnya, ia tidak mentauhidkan Allah dengan benar dan terjerumus dalam perbuatan syirik. Wal’iyydzubillah. Maka sangat penting dan urgen bagi setiap muslim mempelajari tauhid yang benar, bahkan inilah ilmu yang paling utama. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: “Sesungguhnya ilmu tauhid adalah ilmu yang paling mulia dan paling agung kedudukannya. Setiap muslim wajib mempelajari, mengetahui, dan memahami ilmu tersebut, karena merupakan ilmu tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentang nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan hak-hak-Nya atas hamba-Nya” (Syarh Ushulil Iman, 4).

Sekian terimakasih karena anda telah membaca artikel Tauhid Rububiyyah Dan Makna Kalimah Tauhid ini. Semoga anda terhibur dan bermanfaat buat anda tentunya pengunjung by
http://karya-mandau.blogspot.com/2013/03/tauhid-rububiyyah-dan-makna-kalimah.html
     

0 komentar:

Poskan Komentar